OM SAYA DIAM SAAT DITAMPAR DI DEPAN KAMI SEMUA. DAN YANG LEBIH MENGERIKAN… DIA MALAH MINTA MAAF. PADAHAL YANG SALAH BUKAN DIA.
Suara tamparan itu nyaring. Nempel di dinding ruang tamu yang catnya mulai mengelupas. Kipas angin di sudut ruangan tetap berputar pelan, bunyinya “krek… krek… krek…” seperti nggak peduli ada apa. Saya yang lagi duduk di lantai, lagi bongkar gitar rusak punya pelanggan, langsung berhenti. Obeng di tangan saya jatuh. Om saya berdiri kaku. Pipinya merah….