ABANG KANDUNGKU SENDIRI YANG MELAKUKANNYA. DIA BANGUN TEMBOK BUAT NUTUP JALAN KE RUMAHKU. DAN DIA SENYUM WAKTU NGELIAT AKU NGGAK BISA MASUK.
Pagi itu panasnya aneh. Belum jam sembilan, tapi udara di gang sudah pengap. Aspal di depan rumah seperti menguap. Bau semen basah campur debu halus menusuk hidung. Aku berhenti di ujung gang. Motor ku matikan. Sunyi. Biasanya ada suara ibu-ibu nyapu, anak kecil nangis, atau tukang sayur teriak. Tapi pagi itu… kosong. Cuma ada satu…