NAMA MANTAN ISTRIKU TERCANTUM SEBAGAI PENERIMA UANG KEMATIANKU, PADAHAL AKU TIDAK PERNAH MENULISKANNYA, DAN ISTRIKU BARU MENGETAHUINYA MALAM INI.
Semua berawal dari satu pesan yang kelihatannya tidak berbahaya. Sore itu aku lagi di ruang tamu. Raka tengkurap main lego. Kipas angin bunyinya cekrek tiap muter setengah lingkaran. Dari luar terdengar suara motor lewat gang sempit. HP Nisa bunyi. “Assalamualaikum Mbak Nisa. Saya Rina, teman lama Mbak Lila. Sekarang saya konsultan asuransi. Kebetulan saya lihat…