AKU BARU TAU AYAHKU PUNYA HUTANG KE SATU DESA. DAN YANG PALING DIA BENCI… AKU YANG SELAMA INI DIAM-DIAM BAYARIN SEMUANYA.
Suara motor berhenti tepat di depan pagar besi yang sudah mulai berkarat. Aku turun pelan. Sandal menyentuh tanah halaman yang dulu selalu disapu tiap pagi oleh Nenek. Sekarang, daun kering berserakan. Beberapa bahkan sudah hancur jadi debu tipis. Rumah itu masih berdiri. Catnya mengelupas. Jendela kayu yang dulu hijau sekarang kusam, hampir abu-abu. Aku berdiri…